Tulang bawang

Diduga Terjadi Niat Busuk Dan Permainan Aset Serta Anggaran di BPKAD, APH Dan APIP Diminta Turun Tangan Segera.

Tulang Bawang.-

Tubamesuji.com.-
Polemik aset milik pemerintah Daerah (Pemda) jenis kendaraan roda empat yang belum kembali/ tidak jelas keberadaannya kian memanas, kini di tambah lagi pada Tahun Anggaran (TA) 2025 di BPKAD kabupaten Tulang Bawang diduga ada belanja sewa kendaraan roda empat sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun menghabiskan anggaran sebesar Rp600.000.000.

1. Belanja sewa kendaraan roda empat yang pertama sebesar Rp360.000.000. kode paket: 53730151.
2. Belanja sewa kendaraan roda empat yang ke-2 sebesar Rp240.000.000. kode paket : 55922109.

Pada hal aset daerah berbentuk kendaraan roda empat dan hibah kendaraan roda empat kalau di kelola dengan benar, tidak perlu lagi pihak BPKAD kabupaten Tulang Bawang melakukan belanja sewa kendaraan roda empat hingga ratusan juta rupiah setiap tahun.

Bungkamnya pihak BPKAD kabupaten Tulang Bawang ketika tim awak media mulai meminta informasi dan klarifikasi dengan data yang ada di lapangan, sudah menjadi suatu indikasi ada apa gerangan dengan kepala BPKAD dan sekretarisnya.

Sejumlah kalangan mendesak Bupati Tulang Bawang segera turun tangan dan melakukan audit menyeluruh terhadap aset milik Pemkab serta audit ulang anggaran belanja yang tidak pro ke masyarakat.

Hendra, sekretaris BPKAD selalu menghindar dan melempar permasalahan ke sana sini untuk lepas tanggung jawab dari jabatannya sebagai sekretaris dan mantan PLT kepala BPKAD kabupaten Tulang Bawang.

Publik juga berharap bukan hanya Bupati saja yang harus turun tangan, bila perlu melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
Pasalnya muncul dugaan, banyaknya pihak-pihak yang ikut bermain/berjamaah secara Terstruktur, sistematis dan Masif (TSM).

Lebih mengejutkan lagi, publik di sajikan perjalanan dinas yang di lakukan oleh BPKAD kab.Tulang Bawang pada tahun 2025 sebanyak 15 kali dan menghabiskan anggaran Rp300.000.000 an, di tambah lagi belanja Diklat kepimpinan yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp60.929.000. berikut Dugaan Rinciannya ;
1. Perjalanan dinas dari yang pertama sampe yang ke 15.
– Rp35.418.000
– Rp12.540.000
– Rp64.140.000
– Rp22.200.000
– Rp20.520.000
– Rp 6.080.000
– Rp24.689.000
– Rp12.809.000
– Rp 3.800.000
– Rp 3.800.000
– Rp 9.120.000
– Rp 4.200.000
– Rp80.710.000
– Rp11.850.000
– Rp19.000.000

2. Belanja Diklat kepimpinan menghabiskan Rp60.929.000. (kode paket 39347457).

Sungguh miris, Pendidikan dan pelatihan (Diklat) oknum pejabat tersebut juga harus menguras uang rakyat, banyak kalangan masyarakat berharap ada rasa malu yang harus di tunjukan oleh oknum pejabat tersebut, yang sudah mempergunakan uang rakyat dengan sesuka hatinya.

Cemoohan datang dari publik juga menjadi sebuah kritikan keras, “Kalau sudah Diklat kenapa harus belanja Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan sebesar Rp563.400.000.”

Banyaknya pembelanjaan yang menghabiskan anggaran yang tidak masuk akal, kian memantik kemarahan publik yang disinyalir uang hasil pajak rakyat dibuat oknum pejabat BPKAD Kabupaten Tulang Bawang bersenang-senang di atas penderitaan masyarakat kabupaten Tulang Bawang.

Alangkah baiknya anggaran tersebut bisa di alihkan ke perbaikan infrastruktur di kabupaten Tulang Bawang, seperti
jalan di kecamatan Rawapitu banyak yang rusak, jalan di kecamatan Dente teladas banyak yang hancur, jalan di kecamatan Rawajitu Selatan seperti kubangan kerbau, belum lagi di kecamatan yang lain.

Sangat jelas pemerintah pusat sudah membuat aturan yang harus dipatuhi oleh pemerintah daerah, seperti :
*” Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025″.*
Dan *”Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025″.*
Fokus Penghematan : *”Efisiensi ditunjukkan pada pos belanja yang kurang produktif dan tidak Esensial, seperti perjalanan dinas,kegiatan seremonial dan alat tulis kantor”.*

“KINERJA BPKAD YANG TERINDIKASI TIDAK BECUS”

Salah satu aset bangunan yang belum di catat dan belum bisa di audit, Pasar Induk KTM (Kota Terpadu Mandiri) di kecamatan Rawapitu kampung Batang Hari.
Terdiri dari Los pasar 40 unit, kantor pasar satu unit, WC pasar 2 unit.
Rabu (24/06/2026).

Kritik keras kembali di sampaikan publik, Aset berbentuk kendaraan yang di depan mata saja bisa hilang, apa lagi aset yang jauh dari mata.

Tim.

Berita bersambung.
isi berita aset, anggaran dan hibah.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button